Loading...

5 Cara Memasuki Dunia Usaha Yang Harus Anda Ketahui

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan:

Cara Memasuki Dunia Usaha – Mungkin bagi anda yang ingin memulai usaha, pastinya dalam proses awal akan mendapatkan beberapa kesulitan, terutama dalam menjalankan usaha yang anda geluti. Nah, kali ini dunia usaha akan membagikan tips kepada anda untuk memulai usaha.

5 Cara Memasuki Dunia Usaha Yang Harus Anda Ketahui

Untuk dapat memulai sebuah usaha ada beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan, ketika anda akan memasuki dunia usaha, silahkan simak penjelasan cara memasuki dunia usaha dibawah berikut ini.

Ada 5 (lima) cara yang dapat anda lakukan jika anda ingin memulai untuk memasuki dunia usaha, yaitu :

  1. Merintis usaha baru (strating)
  2. Membeli perusahaan orang lain (buying)
  3. Kerja sama manajemen (franchising)
  4. Memasuki Bisnis Keluarga
  5. Kerjakan Dan Lakukan Semuanya Dengan Baik

1. Merintis usaha baru (strating)

Merintis usaha baru adalah membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis yaitu sebagai berikut :

  1. Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang,
  2. Persekutuan (partnership), yaitu suatu kerja sama dua orang atau lebih yang secara bersama‑sama menjalankan usaha
  3. Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham‑saham.

Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan para wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru, yaitu

  1. Pendekatan “inside-out”
  2. Pendekatan “out – side in”

Menurut Norman Scarborough, kompetensi usaha yang diperlukan meliputi:

  1. Kemampuan teknik
  2. Kemampuan pemasaran
  3. Kemampuan finansial
  4. Kemampuan hubungan

Bagan proses bisnis

Dua pendekatan utama yang digunakan para wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru, yaitu dengan pendekatan berdasarkan pengalaman dan pendekatan berdasarkan kebutuhan pasar.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru

Dalam merintis usaha baru tentunya ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan resiko. Beberapa faktor yang dimaksud ini adalah :

a. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
b. Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih.
c. Tempat usaha yang akan dipilih
d. Organisasi baru yang akan digunakan
e. Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
f. Lingkungan usaha yang akan berpengaruh

a. Beberapa usaha yang bisa dimasuki, dia antaranya :

  • žBidang usaha pertanian
  • žBidang usaha pertambangan
  • žBidang usaha pabrikasi
  • žBidang usaha kontruksi
  • žBidang usaha perdagangan
  • žBidang usaha jasa keuangan
  • žBidang usaha jasa perorangan
  • žBidang jasa-jasa umum
  • žBidang jasa wisata

b. Bentuk Perusahaan yang akan dipilih

Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha, yang bisa di pilih, di antaranya :

  • žPerusahaan perorangan (soleproprietorship)
  • žPersekutuan (partnership)
  • žPerseroan (corporation)
  • žFirma

c. Tempat Usaha yang akan digunakan

Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih, yaitu :

  1. Membangun bila ada tempat yang strategis
  2. Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan
  3. Kerja sama bagi hasil, bila memungkinkan

d. Lingkungan Usaha

Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitannya dengan perusahaan. Lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh.

Yang termasuk perorangan atau kelompok tersebut adalah :

  1. Pemasok
  2. Pembeli atau Pelanggan
  3. Karyawan
  4. Distributor

Lingkungan Makro
Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan, yang meliputi :

  1. Lingkungan Ekonomi
  2. Lingkungan Teknologi
  3. Lingkungan Sosiopolitik
  4. Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup

d. Hambatan-hambatan dalam memasuki industri :

  1. Sikap dan kebiasaan pelanggan
  2. Biaya perubahan
  3. Respon dari pesaing yang ada

Paten, Merek Dagang dan Hak cipta

Ketiganya bertujuan untuk melindungi perusahaan dari uasaha-usaha meniru dan menduplikasi pihak lain.

2. Membeli perusahaan orang lain (buying)

Yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama dan organisasi usaha yang sudah ada.

Hal ini dilakukan karena memiliki beberapa keuntungan, diantaranya :

  • Resiko lebih sedikit
  • Lebih mudah, karena perusahaan sudah berjalan sehingga ada jalinan dengan pelanggan dan pemasok
  • Memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar.

Untuk membeli perusahaan orang lain ini terdapat beberapa kriteria yang biasa dijadikan sebagai patokan, antara lain penilaian berdasar aktiva, penilaian berdasar pasar(sesuai harga perusahaan yang setara), penilaian berdasar laba potensial serta penilaian berdasar perputaran uang (arus kas).

  1. Alasan pemilihan usaha ini
  2. Masalah yang timbul baik eksternal maupun internal
  3. Yang harus diperhatikan dalam membeli usaha yang sudah didirikan
  4. Lima hal kritis yang digunakan untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli.

3. Kerja sama manajemen (Franchising) / Waralaba

Merupakan kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan perjanjian untuk menyelenggarakan usaha. Bentuk usaha fanchisee adalah duplikasi dari perusahaan franchisor.

Beberapa kelebihan sistem kerjasama manajemen (franchising) adalah :

  1. Mendapatkan pelatihan formal
  2. Mendapatkan bantuan manajemen keuangan
  3. Metode pemasaran yang telah terbukti
  4. Bantuan manajemen operasional
  5. Jangka waktu permulaan bisnis yang lebih cepat, dan
  6. Resiko kegagalan usaha yang lebih minimal

Sedangkan beberapa kelemahannya antara lain : kurangnya kebebasan dalam operasi, adanya batas pertumbuhan bisnis, keharusan membayar pajak franchise dan royalti bisnis kepada franchisor.

Saat ini peluang usaha franchise di Indonesia sudah berkembang dengan pesat. Kita bisa menemukan peluang usaha bersistem waralaba ini mulai dari kategori makanan, jasa kebersihan rumah tangga sampai dengan bisnis retail/supermarket serta tour dan travel.

Kerjasama manajemen untuk menjalankan perusahaan cabang/penyalur.

  • Franchisor adalah perusahaan yang diberi lisensi
  • Franchise adalah perusahaan pemberi lisensi.

Dalam kerjasama franchising, franchisor memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. Keseluruhan citra (goodwill) dan teknik pemasaran diberikan kepada franchisee. Misalnya MC.Donald, KFC ,dll

Secara umum persyaratan yang dikemukakan dalam kontrak franchise meliputi ketentuan :

Franchisor setuju untuk :

  1. Memberikan suatu wilayah penjualan yg berdiri sendiri kepada franchisee
  2. Menyediakan sejumlah latihan dan bantuan manajemen
  3. Memberikan barang dagangan kpd franchisee
  4. Memberikan nasihat kepada franchisee tentang lokasi perusahaan dan desain bangunan
  5. Memberikan bantuan finansial tertentu atau nasihat finansial kepada franchisee.

Franchisee setuju untuk

  1. Menyelenggarakan perusahaan sesuai dengan persyaratan yang diajukan Franchisor
  2. Menginvestasikan secara minimun jumlah tertentu pada perusahaan
  3. Membayar kepada Franchisor suatu jumlah tertentu (sebagai honorarium yang tetap)
  4. Membangun atau bila tidak Franchisee menyediakan fasilitas perusahaan seperti yang telah disetujui Franchisor

Membeli persediaan dan material standart lainnya dari Framchisor atau dari pemasok yang telah disetujui

Kelemahan dan kekuatan usaha kecil

Kekuatan

  1. Memiliki kebebasan untuk bertindak
  2. Fleksibel (luwes)
  3. Tidak mudah goncang

Kelemahan

1. Aspek kelemahan struktural
Kelemahan dalam bidang manajemen, organisasi, pengendalian mutu dan penguasaan teknologi
2. Aspek kelemahan kultural
Kelemahan yang mencerminkan budaya perusahaan sehingga kurang informasi.

Kerangka hipotesis pengembangan usaha kecil

Untuk pengembangan perusahaan diperlukan dua ketrampilan, yaitu ketrampilan manajemen keuangan dan manajemen personal.

Strategi pengembangan kompetensi inti, yaitu strategi perusahaan yang menekankan pada pengembangan pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.

4. Memasuki Bisnis Keluarga

Apa Itu Bisnis Keluarga ?

Bisnis keluarga adalah sebuah perusahaan yang anggota keluarganya secara langsung terlibat dalam kepemilikan dan/atau jabatan/ fungsi.

Terdapat beberapa keunggulan perusahaan keluarga, yaitu :

  • Memelihara nilai kemanusiaan di tempat kerja, bisnis keluarga dapat dengan mudah menunjukkan tingkat perhatian yang lebih tinggi bagi tiap orang dari pada perusahaan-perusahaan pada umumnya
  • Memfokuskan pada pelaksanaan jangka panjang, manager keluarga dapat mengambil pandangan jangka panjang yang lebih mudah dari pada manager perusahaan yang dinilai hasilnya tiap tahun
  • Memperluas kualitas, karena mereka memiliki taruhan di dalam memelihara reputasi keluarga, anggota keluarga mungkin mempertahankan tradisi memberikan kualitas dan nilai bagi konsumen.

Meski demikian, bisnis keluarga juga dapat memiliki resiko dari segi pengelolaan jika terdapat anggota keluarga yang bertindak kurang professional dan tidak mendapat peringatan tegas terhadap sikapnya tersebut.

5. Kerjakan Dan Lakukan Semuanya Dengan Baik

Semua hal yang sudah anda rancang segeralah lakukan pekerjaan tersebut dengan teliti dan berhati-hati dalam bertindak.

Demikianlah ulasan kali ini mengenai 5 Cara Memasuki Dunia Usaha Yang Harus Anda Ketahui. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Loading...

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan: